Kegiatan Pengimbasan Percepatan Aktifitasi Pemanfaatan Akun Belajar.id dan Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Menengah di SMA Kartika IV-2 Jember
UPACARA BENDERA / 14 - 10 - 24
PERLOMBAAN YEL-YEL PESERTA DIDIK SMA KARTIKA
Senin 1 Oktober 2024 SMA Kartika IV-2 Jember menggelar lomba yel-yel di lapangan sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan itu merupakan salah satu bagian dari kegiatan tengah semester yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa, serta untuk menunjang semangat belajar, dan sikap disiplin siswa. Diketahui seluruh siswa yang mengikuti perlombaan tersebut sangat berantusias sekali dalam menunjukkan kreativitas, kekompakan, maupun semangatnya.
Sebelum lomba yel-yel pada tanggal 1 Oktober dimulai, para siswa mempersiapkan yel-yelnya yang akan dilombakan antar kelas. Persiapan dilakukan pada Jum’at hingga Sabtu tanggal 28 hingga 29 September 2024. Persiapan yang dilakukan antara lain yakni membuat yel-yel dan berlatih bersama.
Kemudian pada tanggal 1 Oktober 2024 setelah dilaksanakan upacara bendera kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan perlombaan yel-yel tersebut yang diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas X sampai kelas XII. Seluruh siswa mulai dari kelas X sampai XII tersebut menunjukkan yel-yelnya yang unik dan kreatif selama perlombaan itu berlangsung. Mereka juga menunjukkan semangat dan kekompakan yang tinggi saat mereka menampilkan yel-yelnya.
Setelah seluruh siswa menampilkan yel-yelnya dilakukanlah penilaian. Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh Bapak Kepala Sekolah SMA Kartika Iwan Abdillah sebagai juri, didapatlah dua juara. Juara 1 dari kelas XI IPA dan juara 2 dari kelas X.
Di sisi lain melalui kegiatan perlombaan yel-yel yang telah diadakan sebagai salah satu kegiatan tengah semester, diharapkan para siswa semakin bersemangat untuk belajar atau menuntut ilmu di SMA Kartika IV-2 Jember untuk meraih cita-cita yang mereka impikan. Diharapkan juga melalui kegiatan perlombaan yel-yel dapat tumbuh kreativitas siswa SMA Kartika.
Dengan Kekuatan Perjuangan Alif Terhindar dari Hambatan untuk Mengukir Mimpi di tengah Kesulitan
M. Alifatur atau yang kerap dipanggil Alif, merupakan seorang siswa SMA Kartika IV-2 Jember. Siswa tangguh yang telah banyak bergelut dengan kehidupannya demi bisa mewujudkan mimpinya, menjadi TNI. Membanggakan kedua orang tuanya, serta kakeknya yang telah berada di sisi-Nya, dan tentunya neneknya yang masih ada. Membuatnya bisa bertahan sejauh ini.
Alif merupakan siswa tangguh yang amat menginspirasi, perjuangannya benar-benar luar biasa. Biar kuceritakan secuil kisah perjuangannya. Kisahnya dalam bergelut dengan takdir. Kisahnya dalam mewujudkan mimpinya.
Pagi hari saat ia ingin berangkat ke sekolah, ia biasanya menaiki motornya. Namun kali ini berbeda. Kali ini ia harus berlari sejauh 4 Km setiap harinya untuk bisa bersekolah. Karena motornya dalam keadaan rusak, dan ia tidak mampu memperbaikinya bahkan membeli yang baru dikarenakan membutuhkan dana yang amat besar.
“Kamu ngga capek Alif lari 4 km. Apalagi jalanan di rumahmu kan kaya nanjak tinggi gitu?” Tanya seorang teman Alif. “Ngga kok!” Alif hanya tersenyum sambil berkata demikian. Senyum yang benar-benar tulus seolah ia ingin mengatakan bahwa dirinya juga berlari dengan tulus. Walaupun harus menempuh jarak berkilo-kilo meter.
Pukul 05.00 WIB di saat banyak pemuda lainnya yang masih beristirahat, Alif harus bergelut melawan jalanan terjal. Melawan jalanan yang menukik ke bawah. Dengan langkah kakinya yang kuat ia terus berlari sembari diiringi dengan nafasnya yang tersenggal-senggal. Perjuangannya begitu luar biasa, sampai-sampai embun di pagi hari, jalanan yang ia pijak, bahkan keringat yang mengucur dan jatuh di jalanan itu telah bersaksi atas pergelutannya.
Sesampainya di sekolah, ia tak seperti anak-anak lainnya yang sibuk jajan ke sana ke mari. Alif hanya duduk diam di atas kursi kayu itu, sambil memakan bekalnya. Ia juga sering sekali membaca, bahkan mengerjakan soal-soal psikotes. Matanya yang membaca satu persatu huruf, tangannya yang cekatan menjawab soal-soal psikotes itu membuat siapa saja yang memandangnya menjadi kagum.
Pernah waktu itu ada seorang siswa yang bertanya padanya tentang mimpinya, tentang cita-citanya. Alif dengan matanya yang berbinar-binar, dengan air mata yang terbendung di matanya, dan dengan badan tegapnya, lantas ia berdiri dengan gagah. Seolah ia sedang menatap dirinya yang memakai baju TNI di masa depan. Alif dengan penuh keyakinan menjawab.
“Aku ingin jadi TNI!” Jawabnya. Ketika itu seisi ruangan dibuat bergema dengan suara lantangnya. Sampai-sampai angin menyapa yang masuk ke dalam ruangan itu seolah berbisik bahwa Alif pasti akan menjadi TNI
Di sekolah Alif juga ramah. Ia sering bersenda gurau, tertawa dengan teman-temannya. Rasa lelah setelah berlari berkilo-kilo meter, tak pernah ia jadikan alasan untuk terlihat letih di hadapan teman-temannya. Ia selalu menutupinya dengan senda gurau itu. Dengan senyum dan tawanya yang khas, yang berhasil ia jadikan topeng untuk menutupi letihnya.
Di satu sisi Alif juga merupakan seseorang yang tidak suka meminta bahkan jika diminta sekalipun. Saat ia tidak mempunyai uang saku ia pernah disuruh untuk meminta kepada bendahara sekolah oleh wali kelas, atas kesepakatan wali kelas dengannya. Namun Alif selalu menolaknya, ia selalu saja merasa tidak enak ketika dirinya terus-terusan meminta kepada orang lain.
“Nak, Alif kalau seandainya tidak punya uang saku bisa minta ke bu bendahara ya alif.” Ujar wali kelas Alif. “Nggak dah bu. Nggak enak kalau terus minta-minta. Lebih baik kalau gitu saya nggak usah sekolah kalau gaada uang saku. Daripada harus minta seperti itu” Ucapnya.
Selain itu Alif merupakan siswa yang aktif dalam mengikuti segala kegiatan yang ada di sekolah. Ia mengikuti berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler. Ia juga bersemangat dalam mengikuti pembelajaran setiap harinya. Walaupun ia telah berlari sejauh 4km, ia tak pernah menjadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah, untuk tidak mengikuti pembelajaran. Sebaliknya,ia selalu bersemangat dalam mengikuti semua hal itu. Semangatnya benar-benar tak pernah pupus, bak api abadi yang menyala-nyala dalam dirinya.
Di samping itu Alif merupakan siswa yang rajin beribadah. Di saat suara azan berkumandang di tengah-tengah jam istirahat sekolah, ia langsung menuju masjid lalu beribadah dan juga berdoa pada Yang Maha Kuasa. Ia sadar bahwa dengan berusaha dan berdoalah mimpinya dapat tercapai.
Sepulang sekolah tepatnya pada siang hari. Ketika matahari berada tepat di atas kepalanya. Ketika jalanan itu terasa sangat panas untuk dipijak. Alif dengan penuh tekat terus berlari sejauh 4km untuk bisa tiba di rumahnya. Tak terasa ia pun kembali bergulat dengan jalanan terjal dan menukik itu. Kala itu keringatnya yang jatuh bercucuran, jalanan aspal yang ia pijak, semuanya bersaksi atas kehebatannya.
Bahkan pepohonan yang berada di tepi jalan menunduk kagum melihat perjuangannya setiap hari. Perjuangan yang amat hebat. Di sisi lain, dengan perjuangannya yang begitu hebat. Ia tak pernah sedikit pun mengeluh, atau meratapi takdirnya. Ia tetap menjalaninya dengan penuh kekuatan, dengan penuh harapan yang ada di dalam dirinya untuk bisa mewujudkan mimpinya. Ia tahu bahwa dengan bersekolah ia akan bisa lebih mudah untuk meraih mimpinya. Oleh karenanya walaupun harus berlari berkilo-kilo jauhnya ia akan tetap menjalaninya karena ia percaya. Percaya bahwa suatu saat di masa yang akan datang ia akan menjadi seorang TNI yang hebat. EKSKUL JURNALISTIK (Jodi)
UPACARA BENDERA PERTAMA T.A. 2024/2025
Upacara itu dilaksanakan dengan tujuan untuk menanamkan kembali sikap disiplin dan cinta tanah air pada seluruh siswa SMA Kartika IV-2 Jember.
Adapun upacara itu dilaksanakan pada hari senin, tepatnya tanggal 22 Juli 2024 kemarin. Yang mana upacara tersebut dilaksanakan pada pagi hari pukul 07.00 WIB.
Acara yang berlangsung dari pagi hari tersebut, bertepatan di lapangan sekolah SMA Kartika IV-2 Jember, di mana upacara bendera tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit.
Selain itu, upacara yang dilaksanakan pada pagi hari, yang mana diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru tersebut berjalan dengan sukses. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan hingga pembacaan doa berhasil dilaksanakan oleh petugas upacara dengan maksimal. Namun meskipun begitu bapak kepala sekolah SMA Kartika IV-2 Jember bapak Iwan Abdillah tetap melakukan serangkaian evaluasi agar upacara bendera tersebut dapat berjalan dengan lebih baik lagi untuk ke depannya.
Di samping itu, Bapak Iwan Abdillah selaku kepala sekolah dalam amanat upacara singkatnya menambahkan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini adalah bentuk dari mengingat dan mengenang jasa para pahlawan. Mengingat banyak sekali para pahlawan yang berguguran di medan perang demi bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Oleh karenanya dalam kegiatan ini seluruh siswa diharapkan dapat memaknai upacara bendera tersebut.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Tahun Ajaran 2024/2025
“Buatlah di sekolah ini kalian senang dan menyenangkan. Kami tidak minta yang aneh-aneh, ikuti aturan di sekolah sudah cukup. Kalian datang tidak terlambat, kalian tidak bolos, melaksanakan tugas yang diberikan bapak/ibu guru pasti kalian naik kelas. Kalian pasti lulus.” Ujar bapak kepala sekolah, Iwan Abdillah pada saat upacara pembukaan MPLS 16 Juli 2024.
Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan selama empat hari berturut-turut yakni pada hari selasa sampai dengan jum’at tepatnya pada tanggal 16 hingga 19 Juli 2024 yang dimulai dari pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB.
Acara tersebut diselenggarakan di ruang kelas X/10 dan terus berganti ke tempat yang lain menyesuaikan dengan materi yang diberikan oleh bapak/ibu guru SMA Kartika, seperti materi PBB yang dilaksanakan di lapangan sekolah SMA Kartika dan juga demo ekstrakurikuler jurnalistik yang dilaksanakan di ruang labolatorium komputer.
Kegiatan MPLS tersebut berjalan sukses, hal ini terlihat dari tingginya antusiasme seluruh peserta MPLS ketika mengikuti tiap-tiap kegiatan dari tahap pembukaan sampai penutupan. Hal itu dikarenakan materi yang diberikan oleh bapak dan ibu guru di SMA Kartika tidak pernah membosankan. Selain itu kegiatan yang ditutup dengan pembagian seragam secara gratis, membuat para peserta didik baru semakin bersemangat. Terlebih lagi dengan diberitahukan bahwasanya sekolah di SMA Kartika IV-2 Jember tidak dipungut biaya membuat suasana semakin pecah.
Semua itu dilakukan agar para peserta didik baru dapat fokus dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah, sehingga mereka tak terbebani lagi oleh kendala finansial. Di sisi lain dengan adanya para peserta didik baru kepala sekolah SMA Kartika, bapak Iwan Abdillah berharap agar mereka dapat memberikan warna baru bagi SMA Kartika.
“Harapan saya anak-anakku yang baru yang kelas 10 bisa memberikan warna yang baik, warna yang baru sehingga sekolah ini bisa menjadi lebih baik” Ungkap bapak Iwan Abdillah pada jum’at 19 Juli 2024.
In House Training (IHT) Kurikulum Merdeka
Bagaimana jadinya jika generasi muda banyak yang terjerumus ke dalam NAPZA?
Tentu hal ini akan menyebabkan rusaknya generasi penerus bangsa dan mengancam bonus demografi Indonesia emas 2045 mendatang. Selain itu NAPZA juga dapat memberikan efek negatif bagi para penikmatnya mulai dari kecanduan, menyebabkan rusaknya kesehatan fisik dan mental, terganggunya proses pendidikan, rusaknya hubungan sosial, hingga dapat menyebabkan keterlibatan dalam tindak kriminalitas.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah kasus narkoba di Indonesia sebanyak 1.184 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.483 orang pada tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2022 menjadi 1.350 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.748 orang dan barang bukti sebanyak 12,4 ton. Selain itu berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Universitas Indonesia pada tahun 2016, terdapat 27,32% pengguna narkoba di Indonesia adalah dari kalangan mahasiswa dan pelajar.
Tentunya hal tersebut memerlukan upaya pencegahan dengan cara melakukan edukasi terkait bahaya NAPZA yang tidak hanya melibatkan lingkup keluarga saja tetapi juga perlu adanya kolaborasi dengan sekolah. Oleh karenanya Mahasiswa dan Dosen Universitas Jember Fakultas Farmasi pada selasa kemarin melakukan penyuluhan terkait NAPZA di SMA Kartika IV-2 Jember. Adapun materi yang diberikan seputar pengenalan, penyebaran, Jenis-jenis, hingga dampak, dan cara agar tidak terjerumus oleh NAPZA.
Dari penyuluhan yang dilakukan tersebut, diharapkan siswa-siswi SMA Kartika IV-2 Jember dapat menjadi generasi penerus yang bebas terhadap kekangan NAPZA serta diharapkan untuk menjadi tahu tentang seberapa bahayanya hal tersebut sehingga tidak ada yang mendekati, mencoba, atau bahkan menjadi pemakai NAPZA.
Penyuluhan NAPZA Dari Mahasiswa dan Dosen Universitas Jember Fakultas Farmasi di "SMA KARTIKA IV-2 Jember"
Telah dilaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Kurikulum Merdeka tepatnya di labolatorium komputer SMA Kartika IV-2 Jember dari guru penggerak. Kegiatan yang dinaungi oleh Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Jember itu, berisi tentang pemahaman penyegaran dan implementasi kurikulum merdeka. Adapun kegiatan itu telah diikuti oleh seluruh guru beserta kepala sekolah SMA Kartika IV-2 Jember, dengan seorang narasumber yang merupakan seorang guru penggerak, yakni bapak Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman guru SMA Kartika IV-2 Jember terkait kurikulum merdeka yang dicanankan pemeraintah untuk dilaksanakan serentak pada tahun ajaran mendatang. Pada kegiatan tersebut pemateri yakni bapak Syaiful menyampaikan materi dengan sangat atraktif dan menarik, sehingga para peserta IHT menerima materi dengan baik. Kurikulum Merdeka ini sangat penting dan bagus bagi para siswa dalam kegiatan di sekolah.
Pasalnya kurikulum merdeka merupakan Kurikulum yang dapat memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah (Kemdikbud). Selaian itu, pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan kemampuan siswa akan lebih mengena pada setiap peserta didik walaupun mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Kegiatan IHT ini sangat berguna bagi para guru SMA Kartika IV-2 Jember agar dapat merancang pembelajaran sesuai dengan ruh Kurikulum Merdeka yang sesungguhnya. Dengan demikian diharapkan pada tahun ajaran depan semua guru sudah mampu mengaplikasikan Kurikulum Merdeka yang sebenarnya. (Amir Romli, S.Pd.)
TURNAMEN MOBILE LEGEND PIALA " SMA KARTIKA JEMBER"
Mobile Legends adalah game online yang telah memasuki ranah E-sport. E-sport adalah bentuk kompetisi permainan video yang diadakan di tingkat profesional dan kompetitif dengan tujuan untuk mencapai prestasi tertinggi maupun untuk memenangkan hadiah. Meskipun begitu Mobile Legends sering dipandang sebagai suatu game yang remeh dan tidak memiliki manfaat sama sekali.
Dilansir dari Kompas.com Menurut survei yang dilakukan oleh Aziz Hasibuan, Tim MABAR mendapati kekhawatiran orang tua serta guru terhadap esport. Pasalnya mereka menganggap bahwa esport akan mengganggu proses belajar anak. Namun berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, justru gaming dan pelatihan esport dapat memengaruhi fungsi kognitif anak. “Pertama, pada aspek kontrol respons yang membuat orang lebih fokus. Kedua, akurasi yang jauh lebih tinggi. Ketiga, kemampuan regulasi emosi yang lebih baik. Keempat adalah kepribadian yang tidak impulsif dan tidak rentan stres,” ungkap Dyah T. Indirasari.
Atas dasar alasan-alasan tersebut maka pihak sekolah SMA Kartika IV-2 Jember mengadakan Turnamen Mobile Legends. Selain karena alasan tersebut SMA Kartika juga ingin mempromosikan PPDB lewat turnamen tersebut. Hal itu dilakukan karena dirasa dapat memikat lebih banyak perhatian remaja SMP, dan secara tidak langsung SMA Kartika menunjukkan bahwa pihaknya terbuka terhadap game online seperti Mobile Legends.
“Tujuan kita melaksanakan turnamen Mobile Legends piala SMA Kartika yang pertama ini adalah untuk menyalurkan bakat dan minat, karena Mobile Legends ini sangat dinikmati oleh para remaja dan tempat untuk menyalurkan potensi ini sangat kurang di Jember. Kedua untuk menjalin silaturahmi agar muncul rasa persaudaraan antara anak-anak yang ada di sekitar Jember ini. Kemudian yang ketiga adalah untuk memperkenalkan SMA Kartika kepada remaja SMP.” Ujar Bapak Iwan Abdillah selaku kepala sekolah SMA Kartika IV-2 Jember.
Turnamen Mobile Legends yang akan digelar dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April, 2024. Berdasarkan konfirmasi dari panitia, Reifandi menegaskan bahwa acara itu akan dimulai dari pukul 12.00 siang hingga pukul 16.45 sore hari.
Adapaun turnamen ini digelar langsung di SMA Kartika IV-2 Jember, tepatnya di ruang kelas X IPA untuk babak penyisihan dan di ruang kelas XIPS untuk babak final.
Turnamen tersebut berhasil dimenangkan oleh SMPN 1 Jenggawah sebagai juara 1, kemudian MTSN 2 sebagai juara 2, dan SMP Santo Petrus sebagai juara 3.
Turnamen Mobile Legends Piala SMA Kartika berhasil digelar dengan total peserta sebanyak 17 tim. Tak hanya itu, turnamen ini juga disponsori oleh Indofood, dan diisi oleh tim akustik SMA Kartika sebagai penghibur dengan memainkan gitar, piano serta menyanyikan beberapa lagu. (Jodi)
jember.publikjember.com-Beberapa hari yang lalu, siswa dan siswi SMA Kartika IV-2 Jember terpilih menjadi Pelajar Bestari Literasi Indonesia dan Jurnalis Pelajar Bestari Literasi Indonesia. Pelajar Bestari Literasi Indonesia merupakan sebuah komunitas yang berada di bawah naungan Duta Bahasa Jawa Barat, yang bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Cianjur Jawa Bara beserta MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Cianjur.
2 PELAJAR SMA KARTIKA MERAIH PENGHARGAAN
Adapun pemilihan Pelajar dan Jurnalis Pelajar Bestari, dilaksanakan pada 20 November 2023 di mana setiap peserta yang mendaftar wajib untuk melakukan sejumlah seleksi. Seleksi tersebut dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2024. Setelah itu barulah seluruh pendaftar yang lolos diwajibkan untuk mengikuti taklimat pada tanggal 2 hingga 5 Januari 2024, sebelum melaksanakan pelantikan tepatnya pada tanggal 13 Januari 2024.
Dalam menyikapi hal tersebut siswa-siswi SMA Kartika, Putri Ayu Lidiana dan Jodi Okta Pranaya Ramadan selaku siswa/siswi kelas X IPA ikut berpartisipasi dalam ajang pemilihan tersebut yang diikuti oleh lebih dari 100 siswa-siswi di seluruh Indonesia. Sementara kuota yang tersedia 26 orang untuk anggota Jurnalis Pelajar Bestari Literasi Indonesia, dan kurang lebih 15 sampai 20 anggota untuk anggota Pelajar Bestari Literasi Indonesia.
Adapun alasan siswa-siswi tersebut mengikuti ajang pemilihan ini adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman mereka dalam dunia ke penulisan. Selain itu mereka juga mengikuti pemilihan tersebut untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca, dan menulis serta untuk menambah relasi pertemanan.
Di samping itu Putri Ayu Lidiana selaku siswi SMA Kartika IV-2 Jember berhasil lolos dan tergabung dalam komunitas Pelajar Bestari Literasi Indonesia . Sementara siswa SMA Kartika IV-2 Jember, Jodi Okta terpilih menjadi anggota Jurnalis Pelajar Bestari Literasi Indonesia.
Awal mula lolosnya mereka dalam ajang pemilihan tersebut adalah pada saat masing-masing diantaranya, yakni Putri Ayu L. diminta untuk mengirim kan naskah cerpen maupun puisinya untuk proses seleksi. Sementara Jodi Okta P.R diminta untuk melakukan wawancara sekaligus pembuatan berita mengenai topik seputar sekolah seperti prestasi sekolah dan lain sebagainya. Tak disangka keduanya berhasil masuk ke dalam komunitas tersebut mengingat ketatnya persaingan yang ada dalam ajang pemilihan tersebut.
Adapun ajang seleksi itu sendiri dilaksanakan secara Online pada aplikasi Whatsapp dan Zoom tak terkecuali untuk pelantikan. Mengenai hal tersebut Rapi Nur Fauzi selaku pendiri komunitas tersebut mengatakan bahwa dengan seiringnya perubahan zaman tentu yang kita inginkan adalah kemudahan dan kecepatan, sehingga pelaksanaan seleksi maupun pelantikannya dilaksanakan secara Online.
Kepala Sekolah SMA Kartika IV-2 Jember Iwan Abdillah saat kami wawancarai membenarkan hal tersebut, 2 anak tersebut memang telah memberitahukan sejak awal mengikuti ajang selaksi Bestari Literasi Indonesia, yang merupakan salah satu ajang pencarian bakat dibawah Departemen Pendidikan, Kebudayaan, Riset danTehnologi Republik Indonesia.
Jadi seleksi ini bersifat nasional dan Alhamdulillah Putri Ayu Lidiana lolos dan tergabung pada BLI untuk kategori Pelajar Bestari Literasi Indonesia adalah program yang bertujuan untuk membina anggota komunitas agar setiap anggotanya mampu untuk memiliki suatu karya sendiri seperti cerpen, novel, hingga puisi yang nantinya akan dibukukan dalam suatu kumpulan karya. Sedangkan Jodi Okta Pranaya Ramadan terpilih menjadi anggota Jurnalis Pelajar Bestari Literasi Indonesia.
Ini tentunya merupakan kejutan bagi kami, karena tidak mudah masuk ke dalam komunitas Bestari Literasi Indonesia, karena dalam keanggotannya se Indonesia hanya beranggotakan 15-20 orang saja, sehingga suatu berkah bagi kita semua, siswa-siswi SMA Kartika IV-2 Jember mampu masuk disana. Tegas Iwan Abdillah. (Siswandi)
Dandim 0824/Jember Launching Drumband Pena Persaka Tingkatkan Performa SMA Kartika Jember
jember.indonesiasatu.co.id – Drumband merupakan salah satu cabang olah raga seni yang menjadi icon kegiatan beberapa sekolah di Kabupaten Jember dan menarik perhatian masyarakat, untuk itu dalam meningkatkan performa SMA Kartika Jember, dengan merevitalisasi Drumband SMA Kartika yang dulu pernah ada dan membawa nama besar SMA Kartika dinera tahun 1980.
SMA Kartika merupakan salah satu sekolah dibawah naungan Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0824/Jember, sehingga dalam operasionalnya dibawah binaan Kodim 0824/Jember.
Bertempat di Halaman Makodim 0824/Jember pada Kamis 23/11/2023 dilaksanakan Launching Drumband Pena Persaka (Pesona Nada Perkasa SMA Kartika Jember) oleh Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso selaku pembina Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0824/Jember didampingi Ketua Yayasan Kartika Jaya Ny. Dista Rahmat Cahyo Dinarso beserta pengurus yayasan.
Pada Launching tersebut dilaksanakan demontrasi permainan drumband Pena Perkasa, pengalungan selendang Pena Perkasa oleh Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Ny Dista Rahmat Cahyo Dinarso, dan Wakil Ketua Ny. Herawady Karnawan.
Usai kegiatan tersebut Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso dalam wawancaranya menyatakan, saya sangat bangga dan mendukung di hidupkannya kembali Drumband SMA Kartika Jember ini, dalam mengangkat kembali performa SMA Kartika.
Saya memang mengarahkan kepada Kepala Sekolah untuk membuat terobosan – terobosan sehingga mampu mengembalikan kejayaan SMA Kartika seperti di era 1980-1990 yang lalu, yang mampu menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Jember. Jelas Dandim 0824/Jember.
Demikian halnya Ny Dista Rahmat Cahyo Dinarso selaku Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0824/Jember dalam wawancaranya menyampaikan, saya sejak menjabat memang sangat prihatin dengan kondisi SMA Kartika dan sekolah-sekolah Kartika lainnya, karena dengan peserta didik yangbsedikit tentunya akan menyulitkan operasional sekolah itu sendiri.
Dengan ini maka perlu senmbuah upaya untuk memajukan Sekolah tersebut, sehingga bisa menjadi rujuak masyarakat khusunya kalangan adik-adik SMP untuk memilih melanjutkan disekolah tersebut. Jelas Ny Dista Rahmat Cahyo Dinarso.
Kemudian Kepala Sekolah SMA Kartika Pelda Iwan Abdulllah saat diwawancarai juga mendukung upaya yang diarahkan oleh Dandim 0824/Jember tersebut, kita flashback ke belakang, apa yang menjadi unggulan di SMA Kartika saat itu. Dan ternyata ada yang hilang diantaranya Drumband ini vakum sejak sekitar tahun 2000, dan kini kita bangkitkan lagi kita revitalisasi lagi menjadi lebih baik.
Mudah-mudahan tahap demi tahap mampu meningkatkan performa SMA Kartika, dan kembali mengalami kejayaan seperti era 1980-1990 dengan jumlah siswa hingga 800 orang, kita tetap optimis meskipun daya kompetitifnya sekarang sudah berbeda. pungkas Iwan Abdillah. (Siswandi)
Turnamen Futsal "Piala SMA Kartika"
Tingkat SMP/MTs Se Kab. Jember
Sinkronisasi & Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer
ANBK 2023
Sinkronisasi & Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer
ANBK 2023
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dikenal sebagai Masa Orientasi Sekolah (MOS) merupakan kegiatan umum yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna menyambut peserta didik baru. Kegiatan ini lazim dilaksanakan di tingkat SMP dan SMA baik sekolah negeri maupun swasta untuk memperkenalkan lingkungan sekolah baik sarana dan prasarana sekolah maupun kegiatan atau eksul yang ada di sekolah. Selain itu, kegiatan MPLS ini juga sebagai ajang untuk melatih mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan antara peserta didik baru dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan sekolah tersebut.
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Kartika IV-2 Jember dilaksanakan selama empat hari yaitu pada tanggal 18, 20, 21, dan 22 Juli 2023. Seluruh peserta didik baru SMA Kartika IV-2 Jember wajib mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan diawali dengan pra-MPLS yang dilaksanakan pada hari Senin 17 Juli 2023 dari pukul 07.00 – 11.00, kegiatan pra-MPLS ini bertujuan untuk menjelaskan persiapan dan perlengkapan yang diperlukan oleh peserta selama kegiatan MPLS berlangsung. Sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung setiap pagi diadakan apel pagi yang diikiuti oleh seluruh peserta didik baru SMA Kartika IV-2 Jember. Dalam apel pagi tersebut guru pembina apel dan panitia OSIS memberikan informasi dan pengarahan sebeum melakukan kegiatan MPLS.
Penyampaian materi diberikan oleh nara sumber yang terpercaya dan berpengalaman bertujuan untuk menambah wawasan, meningkatkan moral, serta membantu peserta didik baru untuk lebih mengenal SMA Kartika IV-2 Jember. Adapun materi MPLS meliputi Observasi Lingkungan Sekolah; Pendidikan Karakter; PBB dan kedisiplinan; Wawasan Wiyata Mandala; Kesadaran Berbangsa dan Bernegara; Kurikulum dan tata tertib Siswa; Cara Belajar Efektif; Tata Krama Siswa; Pramuka; dan Pembinaan mental Agama di sekolah. Selain itu guna mengakrabkan diri antar peserta didik baru diadakan games atau perlombaan. Setelah seluruh kegiatan MPLS dilaksanakan upacara penutupan dilaksanakan pada siang hari pukul 11.00 hari sabtu 22 Juli 2023 yang dipimpin oleh Kepala SMA Kartika IV-2 Jember.
Penulis : Amir Rohli, S.Pd
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dikenal sebagai Masa Orientasi Sekolah (MOS) merupakan kegiatan umum yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna menyambut peserta didik baru. Kegiatan ini lazim dilaksanakan di tingkat SMP dan SMA baik sekolah negeri maupun swasta untuk memperkenalkan lingkungan sekolah baik sarana dan prasarana sekolah maupun kegiatan atau eksul yang ada di sekolah. Selain itu, kegiatan MPLS ini juga sebagai ajang untuk melatih mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan antara peserta didik baru dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan sekolah tersebut.
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Kartika IV-2 Jember dilaksanakan selama empat hari yaitu pada tanggal 18, 20, 21, dan 22 Juli 2023. Seluruh peserta didik baru SMA Kartika IV-2 Jember wajib mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan diawali dengan pra-MPLS yang dilaksanakan pada hari Senin 17 Juli 2023 dari pukul 07.00 – 11.00, kegiatan pra-MPLS ini bertujuan untuk menjelaskan persiapan dan perlengkapan yang diperlukan oleh peserta selama kegiatan MPLS berlangsung. Sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung setiap pagi diadakan apel pagi yang diikiuti oleh seluruh peserta didik baru SMA Kartika IV-2 Jember. Dalam apel pagi tersebut guru pembina apel dan panitia OSIS memberikan informasi dan pengarahan sebeum melakukan kegiatan MPLS.
Penyampaian materi diberikan oleh nara sumber yang terpercaya dan berpengalaman bertujuan untuk menambah wawasan, meningkatkan moral, serta membantu peserta didik baru untuk lebih mengenal SMA Kartika IV-2 Jember. Adapun materi MPLS meliputi Observasi Lingkungan Sekolah; Pendidikan Karakter; PBB dan kedisiplinan; Wawasan Wiyata Mandala; Kesadaran Berbangsa dan Bernegara; Kurikulum dan tata tertib Siswa; Cara Belajar Efektif; Tata Krama Siswa; Pramuka; dan Pembinaan mental Agama di sekolah. Selain itu guna mengakrabkan diri antar peserta didik baru diadakan games atau perlombaan. Setelah seluruh kegiatan MPLS dilaksanakan upacara penutupan dilaksanakan pada siang hari pukul 11.00 hari sabtu 22 Juli 2023 yang dipimpin oleh Kepala SMA Kartika IV-2 Jember.
Penulis : Amir Rohli, S.Pd
In House Taining (IHT)
Implementasi Kurikulum Merdeka
"Pembelajaran Berdefensiasi dan Pemantapan P5"
Salah satu pendekatan inovatif yang semakin populer di Indonesia adalah Kurikulum Merdeka atau Kurikulum Independen. Kurikulum ini berfokus pada pengembangan kreativitas dan inovasi siswa, dengan prinsip kebebasan belajar dan kreativitas sebagai intinya. Tujuan utama Kurikulum Merdeka adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa, sehingga mereka dapat menghasilkan karya asli yang berdampak positif pada lingkungan sekitarnya. Guru berperan sebagai fasilitator dan mentor, sedangkan siswa diberi fleksibilitas dalam menentukan topik dan bentuk output kreatif yang mereka hasilkan. Kurikulum Merdeka menjadi alternatif bagi kurikulum tradisional, yang membudayakan siswa yang lebih mandiri, kompeten, dan kreatif yang siap menghadapi dunia modern. Implementasi Kurikulum Merdeka ini adalah bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju sistem pendidikan yang lebih progresif di Indonesia, yang lebih mempersiapkan siswa untuk masa depan.
Karene faktor inilah maka dilakukanlah kegiatan seminar untuk pemantapan mengajar guru – guru disekolah.
